Polem sedang menunggui istrinya yang sekarat. Tetapi sebelum istrinya meninggal, Polem masih penasaran dengan sebuah lemari yang selalu terkunci dan kunci itu selalu dibawa istrinya dan dirahasiakan dari Polem.Polem: “Istriku, sebelum kau pergi, mau kah kau memberitahukan apa isi lemari itu?” Istri: “Boleh, Bang. Buka aja sendiri. Ini kuncinya.” Polem pun membuka lemari itu dan menemukan uang Rp 10 juta dan dua bungkus gula. Tentu saja Polem heran, darimana istrinya memperoleh uang sebanyak itu. Polem: “Darimana kamu mendapat uang ini, istriku? Dan mengapa ada dua bungkus gula di lemari itu?” Istri: “Oh, maafkan aku Bang Polem. Setiap kali aku berselingkuh, aku menyimpan satu kantong gula.” Polem: “Oh, baiklah. Aku maafkan. Soalnya aku juga sering berselingkuh. Tapi, kamu belum jawab pertanyaanku, dari mana uang Rp 10 juta itu.” Istri: “Begini Bang Polem, setiap lemari itu penuh dengan kantong gula, saya menjual gula-gula itu. Nah, uang itulah hasilnya.”
Pengakuan Dosa
3 November 2009 oleh Munawwar Khalil




astagfirullah hal adzim…………..betapa sungguh dalam luka antara keduanya………………….smoga kita yang berkesempatan membaca ini tidaklah berbuat keji seperti itu……..
Amieennnnnnnn…
hahahahaha…..
perselingkuhan nyan gara gara pOlem tidak sanggup mengnafkahi istrinya……………. maka nyan istri Polem cari nafkah sendiri, hehehehe….
Hahahahaha…. itu jgn diikuti…
bukan suatu percontohan….
Emang bukan… tapi jadi pelajaran… hehe..
bg nawar cit galak that….
skdar informsi… tu pngaLaman pribadi’a logh…
ayoe ngaku…
dosa pa lg yg abg buat…
hahahaa
Enak aja loe… apa gak salah nech….?? jgn2 itu pengalaman pribadi ra lagi.. ya kan..?? hayoooooooooooo… ngaku aja dech…