7 November 2009 oleh Munawwar Khalil
Malam minggu,,
apa yang seharusnya dilakukan pada malam minggu??
bercakap-cakapkah?
atau pergi ke menonton film?
kalau aku?
aku ingin membahagiakan orang lain….
menghabiskan waktu magrib hingga larut malam di depan laptop
online facebook, YM dan wordpress..
dengan lagu-lagu disco yang bisa membuat kepalaku geleng-geleng…
semua itu hanya untuk mengupload beberapa foto dan poasting beberapa file di blog…..
meskipun pada akhirnya tidak ada foto yang berhasil di upload dan tidak ada satupun file yang berhasil di posting
tapi tak mengapa, setidaknya malam minggu ini agak berbeda dengan biasanya
karena hanya tulisan inilah yang berhasil aku posting di blog yang sederhana ini…
Ditulis dalam kisah | 12 Komentar »
7 November 2009 oleh Munawwar Khalil
Larangan perempuan bercelana panjang jeans dan ketat, dan ancaman “gunting di tempat” bagi yang melanggar (Serambi, 27/10/09) menuai pro kontra. Majelis Ulama Bireuen, memberi dukungan dan menganjurkan supaya mencontoh kebijakan Pemkab Aceh Barat. Mereka memprotes pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi yang mengharapkan daerah lain tidak meniru aturan ditetapkan Bupati Aceh Barat, Ramli MS. Menteri Agama, Suryadharma Ali, menilai aturan itu bersifat lokal, jadi tak ada masalah.
Sementara, sebagian wanita Aceh Barat sendiri yang dimotori sejumlah organisasi wanita dan elemen masyarakat tidak setuju. Karena dianggap terlalu kaku dan membatasi kebebasan bergerak kaum wanita. Ketua MPU Aceh Tgk. Muslim Ibrahim, menyikapi polemik dengan “moderat”. Menurutnya, perempuan boleh saja memakai celana panjang, asalkan tidak ketat.
Tampaknya, aturan melarang celana panjang bagi wanita yang digagas Bupati Aceh Barat, Ramli, sebagai aktualisasi semangat bersyariat Islam begitu besar; hal ini tentu saja harus kita syukuri. Ide ini juga dianggap dapat menyelesaikan Lanjut Baca »
Ditulis dalam Berita ACeh | Bertanda www.serambinews.com | 6 Komentar »
3 November 2009 oleh Munawwar Khalil
Polem sedang menunggui istrinya yang sekarat. Tetapi sebelum istrinya meninggal, Polem masih penasaran dengan sebuah lemari yang selalu terkunci dan kunci itu selalu dibawa istrinya dan dirahasiakan dari Polem.
Polem: “Istriku, sebelum kau pergi, mau kah kau memberitahukan apa isi lemari itu?”
Istri: “Boleh, Bang. Buka aja sendiri. Ini kuncinya.”
Polem pun membuka lemari itu dan menemukan uang Rp 10 juta dan dua bungkus gula. Tentu saja Polem heran, darimana istrinya memperoleh uang sebanyak itu.
Polem: “Darimana kamu mendapat uang ini, istriku? Dan mengapa ada dua bungkus gula di lemari itu?”
Istri: “Oh, maafkan aku Bang Polem. Setiap kali aku berselingkuh, aku menyimpan satu kantong gula.”
Polem: “Oh, baiklah. Aku maafkan. Soalnya aku juga sering berselingkuh. Tapi, kamu belum jawab pertanyaanku, dari mana uang Rp 10 juta itu.”
Istri: “Begini Bang Polem, setiap lemari itu penuh dengan kantong gula, saya menjual gula-gula itu. Nah, uang itulah hasilnya.”
Ditulis dalam Aneuk Dot | 5 Komentar »
3 November 2009 oleh Munawwar Khalil
Siapa yang tidak mengenal Bung Karno, Sang Proklamator RI atau dikenal juga dengan Putra Sang Fajar. Semangat Bug Karno dalam memproklamirkan kemerdekaan RI patut diberikan penghargaan yang tinggi. Berharap, dengan berziarah ke Makam Bung Karno setidaknya kita bisa meniru semangat beliau dalam kehidupan masa kini.
Sebelum ke Makam Bung karno, kami menuju Paseban Anjungan untuk sekedar bersantai. Di belakang Paseban Anjungan terdapat pusat infromasi tentang potensi wisata dan perdagangan Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk ada disini. Sehingga untuk mendapatkan informasi, wisatawan bisa menghubungi pemandu wisata atau bertanya dengan para petugas yang ada.
Perjalanan ke Makam Bung Karno kami lanjutkan dengan berjalan kaki. Walaupun siang itu cuaca cukup panas, sedikit terhibur dengan pernak-pernik souvenir yang dijual disepanjang Lanjut Baca »
Ditulis dalam Jalan-jalan | 6 Komentar »
16 Desember 2008 oleh Munawwar Khalil
Dalam perjalanan menuju ke coban pelangi… Terlebih dahulu singgah di candi jago, yang terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini dahulunya bernama Jayaghu. Candi ini menurut Negarakertagama diketahui sebagai salah satu candi pendharmaan bagi Maharaja Wisnuwardhana. Hayam Wuruk disebutkan pernah melakukan kunjungan ziarah ke makam leluhurnya yakni Wisynuwardhana yang dicandikan di Jayaghu atau Jago.
Sekalipun Candi jago diketahui sebagai makam Maharaja Wisynuwardhana, namun jika dilihat dari bentuk arsitektur dan ragam hiasnya maka bangunan itu berasal dari zaman majapahit akhir. Pada tahun 1272 Saka atau 1350 Masehi, misalnya, candi itu pernah diperbaiki oleh Adityawarman. Dan sesudah itu, candi itu tampaknya mengalami beberapa kali pemugaran pada kurun akhir majapahit yakni pada pertengahan abad ke 15.
setelah beberapa menit di Candi Jago sambilan mengambil beberapa foto, kami langsung meranjak ke Coban Pelangi kira-kira 20 km dari candi jago…
Coban Pelangi merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang, kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS). Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 30 m dan merupakan wisata alam yang masih yang masih belum di kelola sehingga semuanya masih alami, terletek di tengah hutan dan sebelah kanan kirinya ditumbuhi pohon-pohon pinus yang cukup lebat dengan suhu udara antara 190 – 230 Celcius dan termasuk dalam zona BTS.
Untuk mengunjungi coban yang terletak di Sungai Amprong ini, arahkan perjalanan menuju Tumpang, dilanjutkan menuju Desa Gubug Klakah. Hati-hati karena setelah melewati desa, jalan mulai menanjak dan berkelok. Bagi para pendaki gunung Semeru, Lanjut Baca »
Ditulis dalam Jalan-jalan | 12 Komentar »